PENYAKIT STROKE

STROKE
STROKE
Stroke merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah di otak. Akibatnya, aliran darah dan oksigen menuju otak berkurang.
Tanpa aliran darah yang memasok oksigen segar dan nutrisi maka sel-sel otak akan segera mati sehingga jaringan otak rusak dan fungsinya akan terganggu.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.
Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Adapun jenis-jenis stroke adalah berikut.
  • Stroke iskemik: Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.
  • Stroke hemoragik: Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.
Sedangkan gejala stroke muncul berdasarkan lokasi dimana pembuluh darah yang bermasalah. Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi dalam dua bagian berikut ini.
  • Bagian sistem saraf pusat: Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik.
  • Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurunnya kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
Untuk faktor penyebab stroke dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • Faktor resiko medis: Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga, dan migrain.
  • Faktor resiko perilaku: Merokok (aktif & pasif), makanan tidak sehat (junk food, fast food), alkohol, kurang olahraga, mendengkur, kontrasepsi oral, narkoba, dan obesitas.
Menghindari faktor penyebab stroke saja tentu tidak cukup jika Anda atau orang terdekat Anda pernah mengalaminya. Resiko akan semakin meningkat pada orang yang memang mengalami masalah dengan sistem metabolisme tubuh maupun kesehatan pembuluh darah yang kurang baik. Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi stroke?
KONSUMSI VITAMIN C UNTUK CEGAH STROKE
Vitamin C untuk pencegahan stroke
Setiap orang membutuhkan asupan vitamin C ke dalam tubuhnya. Mengapa asupan akan vitamin C vital bagi tubuh? Selain sebagai aktioksidan, kadar vitamin C yang tinggi ternyata diketahui dapat mencegah penyakit stroke. Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan di Norfolk, Inggris terhadap sekitar 20.000 orang.
Selama penelitian tersebut dilakukan, ditemukan sekitar 448 kasus stroke. Dan para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki kadar vitamin C yang tinggi, ternyata memiliki tingkat resiko 40% lebih kecil terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin C yang rendah.
Hasil penelitian gemilang yang dilakukan ilmuwan Inggris bernama Dr. Phyo K. Myinttersebut, kemudian diterbitkan dalam bentuk jurnal bertajuk American Journal of Nutrition.
Sang ilmuwan menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut menjadi bukti kuat bahwa mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C dalam jumlah besar dan konsisten, berguna untuk melindungi diri dari serangan stroke.
Namun, ingatlah bahwa kebutuhan tubuh terhadap vitamin C tidak dipenuhi hanya dari asupan suplemen saja. Mengonsumsi suplemen tentu diperbolehkan, asalkan dengan jumlah yang terbatas alias tidak menggantungkan kebutuhan vitamin C harian Anda dari suplemen saja.
Mengapa demikian? Karena vitamin C yang berasal dari suplemen sangat mungkin sudah tidak murni akibat banyaknya campuran dari zat-zat yang lainnya sehingga kandungan vitamin C-nya hanya sedikit.
Sebaliknya, kadar vitamin C yang banyak terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran alami jauh lebih tinggi manfaatnya sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
Radikal bebas berpotensi merusak sel DNA yang dapat menyebabkan penuaan dini dan timbulnya berbagai penyakit kronis. Antioksidan diduga kuat dapat melindungi kita dari tumpukan lemak di bagian pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu serangan stroke (cerecral Infarction).
Memang, belum diketahui pasti bagaimana mekanisme vitamin C dalam mencegah terjadinya stroke. Yang pasti, ketercukupan akan vitamin C memang dapat menghindarkan kita dari resiko terjadinya serangan stroke yang membahayakan. Apalagi, kalau konsumsi vitamin C diikuti dengan pola hidup sehat. Tentu saja, khasiatnya akan lebih terasa.

Aneka Buah Sumber Vitamin C

Buah-buahan dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin C secara alami. Namun, tiap-tiap buah tentu saja memiliki kadar kandungan vitamin C yang berbeda-beda.
Lantas, buah apa saja yang memiliki kandungan vitamin C tinggi? Ternyata, buah-buahan yang banyak tumbuh di kawasan tropis memiliki kandungan vitamin C yang tinggi.
Berikut merupakan beberapa buah lokal yang sebaiknya berada di kulkas Anda untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian seluruh anggota keluarga Anda di rumah.

Jambu Monyet    

Anda pasti pernah mencoba Jambu monyet, bukan? Nah, buah yang satu ini ternyata memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi.
Dalam setiap 100 gramnya, terkandung sebanyak 197 mg vitamin C. Selain itu, di dalam Jambu monyet, juga terkandung komposisi nutrisi penting lainnya berupa energi, kalsium, lemak, protein, zat besi, dan juga fosfor.

Buah Duwet    

Duwet atau yang kerap disebut dengan buah JamblangVitamin C merupakan salah satu buah tropis yang memiliki banyak varietas. Kandungan vitamin C di dalamnya cukup tinggi.
Dalam setiap 100 gramnya, terkandung sekitar 130 mg vitamin C. Nutrisi lainnya yang ada di dalam Duwet antara lain berupa zat besi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan lainnya.

Jambu Biji

Buah lokal lainnya yang banyak mengandung vitamin C ialah Jambu bijiVitamin C dengan dagingnya yang putih. Dalam setiap 100 gramnya, terkandung vitamin C sebanyak 116 mg.
Sedangkan, nutrisi lainnya yang juga terkandung di dalamnya meliputi fosfor, zat besi, karbohidrat, protein, kalsium, dan lainnya. Manfaat Jambu bijiVitamin C ini antara lain untuk mengontrol diabetes, maag, diare, masuk angin, dan bersifat antioksidan sehingga dapat mencegah kanker dan stroke serta penyakit lainnya.
Itulah beberapa buah lokal yang banyak mengandung vitamin C, yang sangat efektif untuk mencegah timbulnya penyakit stroke. Sebaiknya, Anda rutin mengonsumsinya supaya ketercukupan vitamin C di dalam tubuh Anda dapat terpenuhi secara maksimal.
BUAH-BUAHAN LAINNYA UNTUK CEGAH STROKE
Berdasarkan data terhadap penyakit stroke tahun 2012, lembaga American Stroke Association menyebutkan angka 795.000 orang, di Amerika saja. Itu berarti setiap 40 detik ada satu orang yang terkena stroke.
Penyakit pembuluh darah ini bisa disebabkan oleh penyumbatan aliran darah—yang disebut stroke iskemik—atau pecahnya pembuluh darah sehingga aliran darah tidak mencapai otak—yang disebut stroke hemorrhagik.
Gejala stroke yang umum adalah matinya sensor atau respon sebagian tubuh karena rusaknya jaringan otak. Banyak orang sudah mengetahui bahwa mengonsumsi buah-buahan dapat bermanfaat untuk kesehatan, tetapi hanya sedikit yang tahu bahwa buah juga bisa mencegah penyakit stroke. Apa saja buah yang dimaksud?

Tomat

Banyak orang mengonsumsi tomat hanya untuk membuat makanan lebih nikmat. Tetapi ternyata kandungannya punya banyak khasiat. Hasil riset menunjukkan bahwa kandungan lycopene, zat berwarna merah dalam tomat, dapat menurunkan resiko stroke pada pria dewasa.
Penelitian yang dilansir dalam jurnal Neurology tersebut melibatkan subyek 1.031 pria dewasa yang dibagi dalam empat kelompok. Pada awal penelitian, terdapat 25 kasus penyakit stroke dari 258 pria yang kadar lycopene dalam darahnya kecil.
Sementara, hanya ada 11 kasus penyakit stroke dari 258 pria dengan kadar lycopene darah yang tinggi. Dr. Jouni Karppi, dari University of Eastern Finland di Kuopio, menyatakan, ”Penelitian ini menambah bukti bahwa menu buah dan sayuran dalam diet sangat penting untuk menurunkan resiko penyakit stroke.”

Citrus

Memakan buah jeruk, atau sejenisnya, selalu mencitrakan kehidupan yang sehat. Tetapi, rupanya tidak hanya itu. Hasil penelitian yang dilansir dalam jurnal Strokemenyimpulkan bahwa buah citrus dan sejenisnya, menurunkan hingga 19 persen resiko stroke iskemik, yang diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh darah ke otak.
Penemuan ini merupakan bagian dari riset Nurses’ Health Study, dan melibatkan hampir 70.000 wanita. Para peneliti tersebut mengamati kadar zat flavonoid yang terdapat dalam berbagai buah citrus, dan mereka menyimpulkan bahwa setiap orang dianjurkan makan 2-4 porsi buah semacam itu per hari untuk menurunkan resiko penyakit stroke.
Penelitian-penelitian sebelumnya telah mendapati bahwa vitamin C dan kalium, yang keduanya ada dalam kadar yang besar dalam buah-buahan ini, juga dapat membantu melindungi kita terhadap penyakit jantung dan stroke.

Kedelai

Kedelai, dalam bentuk susu atau makanan lain, tentu sangat enak. Namun, kedelai juga bermanfaat dalam menurunkan resiko penyakit stroke. Kedelai dapat menurunkan kolesterol, khususnya kolesterol jahat (LDL) hingga 28 persen. Angka ini hampir menyamai angka yang dicapai dengan obat-obatan statin.

Apel

‘Sebutir apel sehari, kamu tidak akan pernah ke dokter,’ begitu kira-kira kata pepatah barat. Ya, banyak pakar gizi menyetujui hal itu. Sebutir apel sehari dapat menurunkan resiko penyait stroke hingga 50 persen.
Buah ini kaya akan kandungan quercetin yang terbukti mampu mengatasi inflamasi. Tentu hal ini relevan mengingat pengerasan pembuluh darah seringkali terjadi akibat inflamasi.

Pisang

Inilah salah satu alasan Anda perlu memasukkan pisangpenyakit stroke dalam menu makan siang Anda: Pisangpenyakit stroke kaya akan kandungan kalium. Hasil riset menunjukkan bahwa diet rendah kalium (kurang dari 1.5 gram per hari) dapat meningkatkan resiko penyakit stroke hingga 28 persen.
Dan riset Health Professionals Follow-Up Study mendapati bahwa para partisipan penelitian yang mengonsumsi buah yang mengandung banyak kalium sebanyak sembilan porsi per hari ternyata 38 persen lebih rendah mengalami resiko peyakit stroke dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi empat porsi sehari.

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan juga baik untuk kesehatan pembuluh darah karena mengandung banyak asam folat. Menurut sebuah penelitian selama 20 tahun terhadap hampir 1.000 subyek dewasa, mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat yang tinggi dapat mengurangi resiko penyakit stroke hingga 20 persen.
Nah, setelah tahu tentang ketujuh buah ini, Anda pasti langsung terpikir untuk mulai mengonsumsi buah-buahan tersebut. Buah-buahan itu tidak hanya bisa mengurangi resiko penyakit stroke, tetapi kita yakin itu juga bisa mencegah berbagai penyakit lain.
Berbahagialah Anda yang menyukai Anggur! Mengapa demikian? Karena ternyata buah Anggur ini tak hanya manis ketika disantap, namun juga banyak menyimpan khasiat untuk kesehatan.
Menurut penelitian otoritas kesehatan, buah Anggur mengandung banyak nilai gizi dimana dalam setiap 100 gram paling tidak terdapat 25 komponen gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Tak mengherankan kalau Anggur memiliki manfaat dalam membantu mengatasi aneka penyakit seperti darah tinggi, lemah jantung, mencegah stroke, dan mengatasi masalah kulit.
Dalam Anggur terkandung likopen dan juga karotenoid dalam jumlah yang tinggi. Kedua zat kimia tersebut sangat berperan dalam menghambat berbagai perkembangan penyakit dalam tubuh.
Anggur juga disebut-sebut memiliki kandungan mangan yang signifikan dalam membantu sintesis energi dan juga membantu menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Begitu juga bahwa Anggur mengandung zat antioksidan yang sangat bermanfaat dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, dan lainnya.
Beberapa vitamin seperti vitamin C, K, B6, dan B1 juga terkandung dalam Anggur. Berbagai vitamin tersebut memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Vitamin C misalnya, sangat bermanfaat dalam membantu penyembuhan luka dan meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh.
Begitu juga dengan kulit Anggur yang mengandung resveratrol yang menurut penelitian zat ini bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker dan membantu tetap kelihatan awet muda.
Buah Anggur juga mengandung gula alami terutama dalam bentuk fruktosa dan glukosa yang bermanfaat dalam mengatasi kelelahan dan hipoglikemi.
Demikian juga dengan bijinya yang dipercaya banyak mengandung mineral, mangan, dan juga seng yang tak kalah memiliki manfaat bagi tubuh. Bagi Anda yang gemar membuat jus Anggur, dipercaya bahwa itu dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit infeksi virus seperti herpes, polio, dan juga influenza.

Anggur Sebagai Pencegahan Stroke

Di dalam buah anggur terkandung zat yang dapat mencegah stroke yang disebut dengan endungeoned pycnogenol. Zat tersebut merupakan penguat kolagen yang dapat melenturkan pembuluh darah.
Sebagaimana diketahui bahwa usia manusia yang semakin menua berimplikasi pada pembuluh darahnya yang semakin rapuh dan sangat rentan terjadinya penyumbatan. Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan penyakit stroke ataupun jantung koroner.
Nah, dalam konteks inilah pycnogenol memiliki fungsi untuk melenturkan pembuluh darah yang dalam usia lanjut sangat rentan terjadi penyumbatan.
Dan tahukah Anda bahwa zat pycnogenol tersebut ternyata lebih banyak terdapat dalam biji Anggur yang justru banyak dibuang oleh masyarakat karena kekurangpahaman.
Rata-rata banyak orang tidak mengetahui bahwa biji Anggur tersebut malah mengandung zat yang dapat mencegah terjadinya penyakit kanker. Makanya, mulai saat ini, bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit stroke maupun kanker maka ketika memakan Anggur jangan sampai bijinya dibuang.
Endungeoned pycnogenol yang sangat efektif dalam menekan terjadinya resiko stroke banyak terdapat dalam biji Anggur, mulai sekarang bisa lebih banyak dikonsumsi.
Percayalah bahwa mengonsumsi biji Anggur tak akan sampai membahayakan usus karena memang memiliki sifat yang lebih lembut (bahkan lebih lembut dibandingkan dengan biji Lombok)!
Khasiat lainnya dari Anggur, selain bijinya, ialah kulitnya yang sangat kaya kandungan flavonoid yang merupakan zat pencegah radikal bebas. Kandungan zat antioksidan dalam kulit Anggur ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin C sehingga orang yang mengonsumsinya secara rutin dapat mencegah proses penuaan pada kulit. Banyak mengonsumsi kulit Anggur juga akan membuat kulit tampak lebih segar dan kencang.
Karena kandungan antioksidannya yang tinggi, buah Anggur ini sangat baik apabila dikonsumsi oleh para perokok ataupun orang-orang yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi.
Sedangkan kandungan zat gizi dalam buah Anggurnya sendiri sangat kaya kalium yang berfungsi untuk mengontrol tekanan darah. Buah Anggur memiliki kandungan manfaat di hampir seluruh bagiannya.
Banyak kalangan kesehatan yang menganjurkan untuk mengonsumsi 12-16 biji Anggur dalam setiap hari supaya berbagai kandungan gizinya dapat secara nyata dirasakan oleh tubuh.
MENGHADAPI DAMPAK STROKE
Dampak strokeDalam bahasa Inggris kata "stroke" menyiratkan suatu keadaan mendadak sewaktu terjadi suatu "serangan otak". Stroke disebabkan oleh adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.
Akibatnya, aliran darah dan oksigen menuju otak berkurang. Tanpa aliran darah yang memasok oksigen segar dan nutrisi maka sel-sel otak akan segera mati sehingga jaringan otak rusak dan fungsinya akan terganggu.
Sebelum terjadi serangan, Anda mungkin merasa sehat-sehat saja, namun mendadak, Anda merasa seperti tersambar petir-stroke yang hebat dapat mengubah kehidupan Anda secara tiba-tiba dan dramatis.
Tanpa kenal kasihan, stroke dapat membuat Anda cacat dan lumpuh, mengakibatkan Anda tak mampu berbicara, menghancurkan emosi Anda, mengubah kepribadian dan kesanggupan kognisi Anda, serta memaksa Anda berjuang untuk memulihkan kehidupan normal yang pernah Anda dan keluarga Anda alami.

Jenis-Jenis Stroke

  • Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.
  • Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.

Gejala-Gejala Stroke

Penglihatan kabur atau redup secara mendadak, khususnya pada satu mata; satu episode penglihatan ganda. Sulit berbicara atau memahami kalimat yang sederhana sekalipun.
Merasa pusing atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi, khususnya sewaktu dibarengi dengan gejala-gejala lain. Kejang dalam bentuk gerakan-gerakan yang tidak terkendali. 
Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut: 
  • Bagian sistem saraf pusat: Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik.
  • Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurunnya kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, dan lidah lemah. 
Apabila Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas, jangan pernah mengabaikannya. Dr. David Levine mendesak "bila timbul gejala-gejala stroke, sang pasien harus secepat mungkin pergi ke ruang gawat darurat rumah sakit". Terdapat bukti bahwa jika stroke diobati dalam beberapa jam pertama, kerusakannya dapat dikurangi. 

Faktor Penyebab Stroke

  • Faktor resiko medis: Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain. 
  • Faktor resiko perilaku: Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat dan berlemak (junk food dan fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepi oral, Narkoba, dan Obesitas. 

Komplikasi Stroke

  • Abnormalitas jantung.
  • Gangguan menelan dan gangguan berkomunikasi.
  • Kelemahan, mati rasa, atau lumpuh pada wajah, lengan, atau kaki, khususnya pada salah satu sisi tubuh secara mendadak
  • Koma.
  • Kematian.

Pencegahan Stroke

  • Hindari makanan yang mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Jika kadar kolesterol dalam darah berlebihan, dapat mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah serta dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
  • Hindari konsumsi garam yang berlebihan, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, dan narkoba.
  • Hindari kegemukan (obesitas) dan stres.
  • Pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur.

Pengobatan Stroke

Kemampuaan Sarang Semut dalam mengatasi stroke sangat berkaitan dengan kandungan antioksidannya yang tinggi dan multi-mineral yang terkandung di dalamnya.
Berbagai senyawa aktif dalam Sarang Semutstroke yang berperan penting dalam pengobatan stroke terutama bekerja dengan menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Jika sistem peredaran darah sehat maka serangan stroke pun dapat diatasi.
Sarang Semutstroke kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu mencegah sekaligus mengatasi stroke, misalnya, salah satu antioksidan yang terkandung dalam Sarang Semut, tokoferol, terbukti membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, serta menurunkan tekanan darah.
Flavonoid, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah yang juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi dapat memicu terjadinya stroke.
Selain kandungan antioksidannya yang tinggi, multi-mineral yang terdapat dalam Sarang Semut juga berperan penting dalam menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh, misalnya, kalium, bertugas dalam merangsang pengeluaran cairan dalam  tubuh.  Jika proses pengeluaran kemih lancar, otomatis tekanan darah akan turun. 
Tekanan darah yang stabil tidak hanya dapat mencegah terjadinya stroke tetapi juga dapat membantu mencegah stres dan menimbulkan perasaan rileks pada tubuh sehingga memudahkan tubuh untuk beristirahat.
Selain itu, kalium dalam Sarang Semut juga diketahui berfungsi dalam memperbaiki impuls saraf sehingga Sarang Semut sangat baik digunakan dalam mengatasi stroke. 
Mineral lain dalam Sarang Semut, besi dan magnesium, berperan penting dalam menyediakan dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan oksigen yang terpenuhi akan membantu memperbaiki impuls saraf yang terganggu pada penderita stroke. 
Ya, kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut sangat baik untuk mencegah dan mengatasi stroke karena kemampuannya dalam melancarkan dan menyehatkan sistem peredaran darah serta memperbaiki impuls saraf yang terganggu akibat stroke. Hasilnya, tubuh yang sehat dan bebas dari stroke!!!

No comments:

Post a Comment